Menenun Keselamatan di Bumi Latemmamala: Kala Seragam dan Doa Menyatu di Jalan Raya

POLRI444 Dilihat

Keterangan Gambar:

HIKMAT DALAM TUGAS: Pimpinan Apel, KOMPOL Abdul Rahman, S.Pd, saat menyematkan pita tanda dimulainya Operasi Keselamatan Pallawa 2026 kepada perwakilan personel di halaman Mako Polres Soppeng, Senin (2/2). Momentum ini menandai komitmen bersama antara Polri, TNI, dan Pemerintah Daerah dalam mewujudkan kamseltibcarlantas yang humanis di Kabupaten Soppeng.


Oleh: Idris
Reporter: Group Media Suara Palapa


SOPPENG – Matahari baru saja memanjat langit di ufuk timur, menyiramkan cahaya keemasan di atas aspal Jalan La Tenri Bali. Di bawah langit Lalabata yang masih ranum, Senin (02/02/2026), derap langkah kaki yang seirama memecah keheningan pagi. Di halaman Mako Polres Soppeng, bukan sekadar barisan yang terbentuk, melainkan sebuah ikhtiar untuk menjaga nyawa manusia di atas roda-roda yang berputar.

Pagi itu, Operasi Keselamatan Pallawa 2026 resmi dicanangkan. Sebuah seremoni yang bukan hanya tentang penyematan pita operasi, melainkan tentang janji untuk mengawal setiap detak nadi warga Soppeng agar selamat sampai ke tujuan.

Simfoni Pengabdian dalam Barisan

Di bawah komando KOMPOL Abdul Rahman, S.Pd, ratusan personel berdiri tegak layaknya karang. Ada hijau zaitun dari Kodim 1423, cokelat tua Polri yang berwibawa, hingga rompi-rompi neon dari Dinas Perhubungan dan Satpol PP yang mencolok mata. Mereka adalah simfoni dari berbagai institusi yang melebur menjadi satu kekuatan: kemanusiaan.

Hadirnya PJ. Sekda Kabupaten Soppeng, Drs. Andi Muhammad Surahman, M.Si, bersama para petinggi instansi lainnya, seolah mempertegas bahwa urusan nyawa di jalan raya adalah tanggung jawab kolektif. Di sini, pangkat dan jabatan menunduk di bawah satu niat luhur, memastikan tak ada tangis keluarga yang pecah karena kelalaian di jalanan.

Edukasi: Sentuhan Lembut di Balik Ketegasan

Kapolres Soppeng, AKBP Aditya Pradana, S.I.K., M.I.K., melalui pesan hangatnya, menekankan bahwa Operasi Pallawa tahun ini bukanlah tentang mencari siapa yang salah. Ia adalah sebuah ajakan untuk pulang ke jati diri bangsa yang tertib.

“Ini adalah langkah strategis, sebuah edukasi yang mengalir. Kita ingin menanamkan bahwa tertib lalu lintas bukan karena takut pada petugas, melainkan karena cinta pada kehidupan,” tutur Kapolres melalui keterangan tertulisnya.

Operasi ini akan bergerak dengan langkah yang tenang namun pasti—mengedepankan pendekatan preemtif dan preventif. Penegakan hukum tetap ada, namun ia hadir dengan wajah yang humanis, layaknya seorang kakak yang mengingatkan adiknya agar tidak terjatuh.

Sinergi di Bawah Panji Pallawa

Kabag Ops Polres Soppeng, Kompol Abdul Rahman, menuturkan bahwa sinergitas adalah kunci. Tak ada ego sektoral ketika bicara tentang keselamatan publik. Dari titik rawan hingga keramaian pasar, para petugas akan hadir bukan sebagai sosok yang menakutkan, melainkan sebagai penunjuk jalan.

“Kami ingin menciptakan rasa aman yang meresap hingga ke lubuk hati pengguna jalan,” ungkap Kabag Ops dengan nada optimis.

Saat jarum jam menunjukkan pukul 08.30 WITA, apel resmi berakhir. Namun, bagi para petugas, perjalanan panjang baru saja dimulai. Mereka akan turun ke jalan, menantang terik dan debu, demi memastikan bahwa setiap pengendara di Bumi Latemmamala dapat memeluk kembali keluarga mereka di rumah dengan utuh.

Karena di setiap putaran roda, ada harapan yang harus dijaga. Dan melalui Operasi Pallawa ini, Polres Soppeng sedang merajut doa agar keselamatan senantiasa menjadi naungan di sepanjang jalan.