Keterangan Gambar:
DISERAHKAN: Ketua PSMTI Sulawesi Selatan Thiawudy Wikarso menyerahkan dokumen pelantikan kepada Ketua PSMTI Kabupaten Soppeng Lewis, disaksikan jajaran pengurus PSMTI dalam prosesi pelantikan pengurus periode 2025–2029 di Hotel Grand Maleo Makassar, Sabtu (31/1/2026).
Laporan: Syamsuddin Andy
Di sebuah ruang pertemuan di Makassar, Sabtu siang yang teduh itu, tekad dikukuhkan tanpa gegap gempita. Seragam merah menyatu dalam satu irama, tanda keberanian, kerja keras, dan ketekunan yang diwariskan lintas generasi. Seperti petuah Tionghoa yang kerap diingatkan orang tua kepada anaknya: “Air menetes dapat melubangi batu, bukan karena kerasnya, melainkan karena tekunnya.” Dari ketekunan itulah, Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kabupaten Soppeng memulai babak baru pengabdiannya.
Pelantikan yang Khidmat, Niat yang Dijaga
Pengurus PSMTI Kabupaten Soppeng periode 2025–2029 resmi dilantik di Hotel Grand Maleo Makassar, Jalan Pelita Raya VIII, Sabtu (31/1/2026). Pelantikan dilakukan Ketua PSMTI Sulawesi Selatan periode 2025–2029, Thiawudy Wikarso.
Sekitar 10 orang pengurus dikukuhkan. Lewis dipercaya menakhodai PSMTI Soppeng untuk empat tahun ke depan, sebuah amanah yang diterima dengan sikap tenang, tanpa retorika berlebihan.
Prosesi berlangsung sederhana dan khidmat. Tidak banyak seremoni. Namun justru di situlah maknanya mengendap: kerja organisasi bukan tentang panggung, melainkan tentang kesinambungan.
Komitmen Sunyi untuk Kerja Sosial
Dalam pernyataannya, Lewis menegaskan bahwa pelantikan bukanlah garis akhir, melainkan titik mula tanggung jawab.
“Ini menjadi semangat baru bagi kami untuk menjalankan amanah organisasi dengan penuh tanggung jawab, sekaligus memperkuat kebersamaan antaranggota,” ujar Lewis.
Ia menyampaikan bahwa kepengurusan baru akan melanjutkan program-program yang telah dirintis pengurus sebelumnya, sejalan dengan arahan PSMTI pusat dan daerah.
Fokus utama tetap pada kegiatan sosial kemasyarakatan, menjadi mitra pemerintah daerah, menjalin kolaborasi lintas organisasi, serta hadir di tengah masyarakat tanpa sekat.
Menyemai Masa Depan, Menjaga Akar
Selain kegiatan sosial, PSMTI Soppeng juga memberi perhatian khusus pada bidang pendidikan dan pembinaan generasi muda. Upaya ini diarahkan untuk menyiapkan generasi yang tangguh dan berdaya saing di masa depan.
“Tidak ada perubahan arah yang drastis,” kata Lewis. “Kami hanya ingin menyempurnakan yang sudah berjalan, dan menuntaskan agenda yang sempat tertunda.”
Dalam falsafah Tionghoa, kerja keras bukanlah letupan sesaat, melainkan perjalanan panjang yang konsisten. Prinsip itulah yang coba dirawat, bekerja tanpa banyak suara, namun terus bergerak.
Merajut Jaringan, Menguatkan Sinergi
Usai pelantikan, para pengurus PSMTI Soppeng melakukan silaturahmi dengan pengurus PSMTI dari daerah lain. Langkah awal ini menjadi penanda penting: organisasi tidak berdiri sendiri, melainkan tumbuh dari jejaring dan kepercayaan.
Salah satu pengurus menyampaikan optimismenya terhadap kepemimpinan Lewis.
“Kami yakin PSMTI Soppeng akan semakin aktif dan berkembang, khususnya dalam kegiatan sosial dan penguatan organisasi,” ujarnya.
Harapan lain pun disematkan, agar PSMTI Soppeng turut berkontribusi dalam pengembangan usaha anggota dan memperluas manfaat organisasi bagi masyarakat luas.
Penutup
Di Makassar, ikrar telah diucapkan. Kini, jalan panjang menanti. Seperti filosofi lama yang diyakini dengan sepenuh hati: ketekunan akan menemukan jalannya sendiri. Dan PSMTI Soppeng memilih berjalan pelan, namun pasti.
