Menyemai Setia dalam Bakti: Kala Jasa Terukir di Dada Bhayangkara Wajo

POLRI352 Dilihat

Keterangan Gambar:

Saksi Bisu Pengabdian: Di bawah naungan rimbun pepohonan Mapolres Wajo, barisan personel berdiri tegap penuh khidmat dalam Upacara Penganugerahan Tanda Kehormatan Satya Lencana Pengabdian. Di sinilah waktu seolah berhenti sejenak, memberikan penghormatan bagi mereka yang telah mewakafkan puluhan tahun usianya demi menjaga nyala kedamaian di Bumi Lamaddukelleng.


Laporan: Sabri
Editor: Alimuddin


WAJO – Pagi di Bumi Lamaddukelleng belum sepenuhnya benderang ketika derap langkah tegap memecah keheningan Lapangan Apel Mapolres Wajo, Kamis (29/1/2026). Di bawah langit yang perlahan menyapu rona jingga, sebuah janji setia kembali diteguhkan. Bukan sekadar upacara, ini adalah tentang waktu yang diwakafkan untuk negeri, tentang rambut yang memutih dan raga yang menua dalam seragam cokelat kebanggaan.

Untaian Waktu yang Tak Terbeli

Di barisan terdepan, berdiri sosok-sosok yang telah melampaui berbagai musim. Iptu Ihwan Alinaro, seorang perwira yang telah mendaramabaktikan 32 tahun hidupnya, lebih dari tiga dekade, untuk menjaga kedamaian. Di dadanya, kini tersemat Satya Lencana Pengabdian, sebuah logam kecil yang memikul beban sejarah panjang tentang kesetiaan tanpa cacat.

Bagi mereka, pengabdian bukanlah angka-angka di atas kertas, melainkan setiap tetes keringat saat memastikan warga tidur terlelap dalam rasa aman. Dari pengabdian 32 tahun yang legendaris hingga delapan tahun awal yang penuh semangat dari Briptu Rizal Trisman, setiap jenjang masa kerja adalah bukti nyata bahwa loyalitas adalah napas yang tak boleh terputus.

Simbol Integritas di Balik Medali

Wakapolres Wajo, Kompol H. Andi Syamsulifu, S.Sos., M.H., melangkah perlahan menyematkan tanda kehormatan tersebut. Jemarinya yang kokoh menyentuh kain lencana, seolah menyalurkan rasa hormat negara atas setiap malam yang tersita dan setiap rindu keluarga yang harus dikesampingkan demi tugas negara.

“Satya Lencana ini bukan sekadar tanda kehormatan, melainkan bentuk pengakuan atas ketulusan hati kepada institusi, bangsa, dan negara,” ujar Kompol Andi Syamsulifu dengan nada yang berwibawa namun sarat haru.

Baginya, lencana tersebut adalah pengingat bahwa menjadi Bhayangkara adalah tentang menjaga integritas hingga akhir masa tugas.

Pewarisan Semangat di Lapangan Apel

Upacara yang berlangsung khidmat ini disaksikan oleh seluruh jajaran Pejabat Utama dan personel Polres Wajo. Kehadiran Iptu Awal Syahrani (24 tahun pengabdian) dan Ipda Anwar Ali (16 tahun pengabdian) di panggung kehormatan seolah menjadi mercusuar bagi personel muda lainnya. Bahwa jalan pengabdian memang panjang dan berliku, namun kemuliaan hanya milik mereka yang bertahan dalam kebaikan.

Ketika doa mulai dilangitkan, suasana kian hening. Harapan besar terpatri dalam setiap helai napas personel yang hadir; agar api semangat yang telah dinyalakan oleh keempat penerima penghargaan ini terus berkobar, menerangi jalan pengabdian dalam menjaga keamanan dan ketertiban di tanah Wajo.