Menjaga Kampung, Menjaga Masa Depan: Saat Polisi dan Warga Abbatiteng Menautkan Asa untuk Wajo yang Lebih Aman

KAMTIBMAS52 Dilihat

Keterangan Gambar :

Suasana silaturahmi Kanit Sosbud Sat Intelkam Polres Wajo, Ipda Andi Nur Awal, bersama tokoh masyarakat Desa Abbatiteng, Kecamatan Gilireng, membahas upaya pencegahan gangguan kamtibmas melalui pendekatan kearifan lokal, Jumat (9/1/2026).


Laporan: Sabri


WAJO – Di bawah atap sederhana yang menaungi perbincangan hangat siang itu, Desa Abbatiteng seakan menjadi ruang kecil tempat harapan dirajut bersama. Bukan sekadar temu sapa biasa, silaturahmi yang digelar Satuan Intelkam Polres Wajo menjelma menjadi pertemuan batin antara aparat dan masyarakat—tentang kampung yang ingin dijaga, anak-anak yang ingin dilindungi, serta masa depan Wajo yang hendak dirawat bersama.

Merawat Keamanan Lewat Silaturahmi

WAJO — Satuan Intelkam Polres Wajo terus memperkuat jalinan koordinasi dengan unsur masyarakat sebagai benteng utama menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Komitmen itu kembali ditegaskan Kanit Sosial Budaya (Sosbud) Sat Intelkam Polres Wajo, Ipda Andi Nur Awal, saat bersilaturahmi dengan tokoh masyarakat Desa Abbatiteng, Kecamatan Gilireng, Jumat (9/1/2026).

Dalam suasana yang akrab dan penuh kekeluargaan, Ipda Andi mengajak masyarakat untuk mengambil peran lebih aktif dalam mendeteksi dini serta mencegah berbagai potensi gangguan keamanan yang dapat menggerus ketenteraman kampung.

Empat Ancaman, Satu Ikhtiar Bersama

Ia menyoroti empat persoalan utama yang patut diwaspadai secara kolektif, yakni perjudian, penyalahgunaan narkoba, peredaran minuman keras, serta kenakalan remaja.

“Peran tokoh masyarakat sangat strategis. Kami berharap komunikasi yang intensif dapat terus terjalin, agar setiap potensi gangguan kamtibmas bisa segera diantisipasi sebelum menimbulkan dampak yang lebih luas,” ujar Ipda Andi Nur Awal.

Menurutnya, sinergi antara kepolisian dan masyarakat bukan hanya tentang penegakan hukum, melainkan tentang upaya bersama menjaga wajah kampung tetap bersih dari ancaman yang merusak masa depan generasi muda.

Kearifan Lokal Sebagai Kompas Moral

Menariknya, dalam silaturahmi itu, pendekatan kearifan lokal turut ditekankan. Ipda Andi mengajak masyarakat menjadikan falsafah Bugis, “Pattajaga Amanna Kampongta, Amanna Kampongnge Amanna Wanuae”—menjaga kampung adalah menjaga negeri—sebagai kompas moral dalam merawat keamanan lingkungan.

Nilai luhur ini diyakini mampu menghidupkan kembali semangat gotong royong dan kepedulian sosial, yang selama ini menjadi akar kekuatan masyarakat Bugis.

Warga Siap Berdiri di Garda Terdepan

Ajakan tersebut disambut hangat oleh tokoh masyarakat setempat. Rudi Kallo, mewakili warga Desa Abbatiteng, menyatakan komitmennya untuk terus bersinergi dengan pihak kepolisian.

“Kami siap membantu. Kami berkomitmen untuk selalu berkoordinasi dan segera melaporkan jika ada informasi terkait potensi gangguan keamanan di lingkungan kami,” tegasnya.

Menjaga Kampung, Menjaga Masa Depan

Melalui pendekatan sosial budaya yang humanis, Polres Wajo berharap tercipta ketahanan sosial yang kuat di tengah masyarakat—sebuah ikhtiar sunyi namun berkelanjutan demi menghadirkan rasa aman, tenteram, dan damai di setiap sudut Kabupaten Wajo.