Keterangan Foto:
Tim Resmob/Buser Polres Soppeng bersama Polres Bone usai mengamankan dua pelaku pencurian jalanan di Kabupaten Bone, Minggu (4/1/2025) dini hari, berikut barang bukti hasil kejahatan.
Laporan : Syukur Marioriante Katalawala
Pemburuan Resmob Soppeng hingga Bone Mengakhiri Teror Pencurian Jalanan
Malam yang Tak Lagi Ramah
Malam di Donri-Donri, Soppeng, biasanya hanya diisi deru sepeda motor dan suara serangga. Namun sejak Desember 2025, jalan-jalan sunyi itu berubah menjadi ruang penuh kewaspadaan. Dua laporan pencurian jalanan masuk hampir bersamaan ke Polres Soppeng. Polanya serupa: korban diikuti, dipépét, lalu tas dirampas saat kondisi sepi. Aksi itu terjadi di Turung Lappae, Desa Tottong, dan Kajuara, Desa Labokong. Uang tunai, ponsel, serta dokumen penting raib. Yang tertinggal hanya rasa takut.
Kapolres Soppeng AKBP Aditya Pradana memerintahkan jajaran Satuan Reserse Kriminal bergerak. Ia meminta Resmob menelusuri setiap potongan informasi. “Kami ingin warga kembali melintas tanpa rasa waswas,” kata Aditya.
Jejak yang Mengarah ke Luar Kabupaten
Tim Resmob mengumpulkan keterangan saksi, mencatat ciri kendaraan, serta menelusuri jam-jam rawan. Jejak pelaku perlahan mengarah ke luar Soppeng. Di titik ini, pemburuan tak berhenti pada batas administratif. Polres Soppeng membuka koordinasi dengan Polres Bone.
Kasat Reskrim AKP Dodie Ramaputra menyebutkan, pola pergerakan pelaku memperlihatkan kecenderungan berpindah tempat setelah beraksi. “Mereka memanfaatkan jalan-jalan sunyi dan minim penerangan,” ujarnya.
“Keamanan warga adalah tanggung jawab moral kami. Tidak boleh ada satu pun masyarakat yang merasa takut melintas di wilayahnya sendiri.”
— AKBP Aditya Pradana, Kapolres Soppeng.
Titik Akhir di Macege
Minggu dini hari, 4 Januari 2025, sekitar pukul 02.00 Wita, sebuah rumah kost di Kota Watampone tepatnya di Kelurahan Macege, Kecamatan Tanete Riattang, Kabupaten Bone, menjadi titik akhir pelarian dua terduga pelaku. Tim Resmob yang dipimpin Aiptu Jumaldi masuk dan mengamankan keduanya tanpa perlawanan. Dua unit telepon genggam yang diduga hasil kejahatan turut disita.
Dalam pemeriksaan awal, kedua pelaku mengakui perbuatannya. Mereka kemudian dibawa ke Mapolres Soppeng untuk proses penyidikan lanjutan.
Mengembalikan Rasa Aman
Bagi kepolisian, pengungkapan ini bukan sekadar penangkapan. Ini adalah upaya mengembalikan rasa aman di jalur-jalur sunyi yang menjadi nadi pergerakan warga desa—mulai dari petani yang berangkat subuh hingga pelajar yang pulang menjelang malam.
Polres Soppeng meningkatkan patroli dan meminta warga segera melapor bila menemukan aktivitas mencurigakan. Upaya ini juga menjadi pengingat bahwa kejahatan jalanan kerap memanfaatkan ruang-ruang gelap dan lengang—dan karenanya, pengawasan kolektif menjadi kunci.
Di Donri-Donri, malam perlahan kembali tenang. Lampu motor kembali melintas tanpa dikejar rasa takut. Jalan-jalan yang sempat dicurigai, kini kembali menjadi jalur pulang. Sunyi masih ada—namun tak lagi menakutkan.
.
