Di Bawah Cahaya Isra Mikraj, Polres Wajo Menyemai Iman untuk Pelayanan yang Lebih Humanis

POLRI78 Dilihat

Keterangan Foto:

Kapolres Wajo AKBP Muhammad Rosid Ridho bersama jajaran mengikuti doa bersama dalam peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1447 H di Masjid At-Taqwa Polres Wajo, Kamis (22/1/2026), sebagai wujud penguatan iman dan pembinaan spiritual personel Polri.


Lapiran: Sabri


Dzikir, Doa, dan Ikhtiar Meneguhkan Nurani Bhayangkara. Ketika Doa Menjadi Nafas Pengabdian

WAJO – Di hamparan sajadah Masjid At-Taqwa Polres Wajo, pagi itu terasa lebih teduh dari biasanya. Derap langkah tugas sejenak terhenti, berganti dengan lirih doa yang mengalun dari hati-hati yang berserah. Dalam suasana penuh kekhusyukan, jajaran Polres Wajo menundukkan kepala, menengadahkan tangan, menyambut peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah, sebuah momentum suci untuk menata kembali iman, meneguhkan nurani, dan menguatkan tekad pengabdian.

Menyelami Makna Isra Mikraj, Menata Jiwa Aparat Negara

Peringatan Isra Mikraj yang digelar Kamis (22/1/2026) pukul 09.00 Wita itu berlangsung khidmat di Masjid At-Taqwa Polres Wajo. Kegiatan tersebut menjadi ruang perenungan spiritual bagi seluruh jajaran kepolisian, bahwa tugas menjaga keamanan dan ketertiban sejatinya bertumpu pada kejernihan hati dan keteguhan iman.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kapolres Wajo AKBP Muhammad Rosid Ridho, S.I.K., Ketua Bhayangkari Cabang Wajo Ny. Anita Rosid, Wakapolres Wajo Kompol H. Andi Syamsulipu, S.Sos., M.H., para pejabat utama, Kapolsek jajaran, pengurus Bhayangkari, serta seluruh personel dan PNS Polres Wajo.

Shalat sebagai Kompas Moral Bhayangkara

Dalam tausiah yang disampaikan, jamaah diajak menelusuri makna agung Isra Mikraj sebagai perjalanan spiritual Rasulullah SAW yang menghadirkan perintah shalat lima waktu, sebuah fondasi utama dalam membentuk karakter umat.

Shalat, ditegaskan bukan sekadar ritual, melainkan latihan kejujuran, kedisiplinan, dan pengendalian diri. Nilai-nilai inilah yang menjadi ruh dalam setiap langkah aparat penegak hukum.

Kapolres Wajo AKBP Muhammad Rosid Ridho menegaskan, makna Isra Mikraj harus hidup dalam sikap dan perilaku anggota Polri sehari-hari.

“Shalat yang khusyuk akan melahirkan kejujuran, kesabaran, dan kepekaan sosial. Inilah bekal utama bagi anggota Polri agar mampu melayani masyarakat secara profesional, humanis, dan penuh empati,” tutur Kapolres.

Polri dan Jalan Kemanusiaan

Mengusung tema “Isra Mikraj Nabi Besar Muhammad SAW Memperteguh Keimanan dan Ketakwaan Personel Polri untuk Masyarakat dalam Aksi Kemanusiaan dan Kepedulian Sosial”, peringatan ini menjadi refleksi bahwa kehadiran Polri bukan semata sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai penjaga nilai-nilai kemanusiaan.

Di tengah tantangan zaman, Polri dituntut tidak hanya tegas, namun juga berjiwa sosial, mampu mendengar, memahami, dan merangkul masyarakat dengan hati.

Menjadi Teladan, Menjaga Amanah

Kasi Humas Polres Wajo IPTU Kaomi, S.H., menyampaikan bahwa kegiatan keagamaan seperti ini merupakan bagian dari pembinaan rohani dan mental personel.

“Melalui peringatan Isra Mikraj, kami ingin menanamkan nilai akhlak Rasulullah SAW dalam setiap insan Bhayangkara. Agar mereka menjadi teladan, menjaga amanah, serta hadir membawa rasa aman dan ketenteraman bagi masyarakat,” ungkapnya.

Ia menambahkan, keteguhan iman akan menjadi pondasi kuat dalam menghadapi dinamika tugas kepolisian yang kian kompleks.

Dari Masjid, untuk Negeri

Peringatan Isra Mikraj di Polres Wajo bukan sekadar seremonial. Ia menjadi ruang sunyi untuk bermuhasabah, menyelaraskan kembali niat, dan meneguhkan komitmen pengabdian.

Dari sajadah Masjid At-Taqwa, doa-doa pun mengalir, mengiringi langkah para Bhayangkara agar senantiasa berjalan di atas nilai keadilan, kemanusiaan, dan keikhlasan, demi Wajo yang aman, damai, dan bermartabat.