Di Antara Sunyi dan Sumpah, Kapolres Soppeng Menyatukan Langkah Bersama TNI

TNI-POLRI109 Dilihat

Keterangan Foto:

Kapolres Soppeng AKBP Aditya Pradana melangkah berdampingan dengan unsur TNI saat mengikuti Karya Bakti pembersihan TMP Salotungo, Selasa (6/1/2026), sebagai simbol kolaborasi dan kesadaran bersama dalam menjaga keamanan daerah.


Laporan: Chemmank Farrel


TMP Salotungo Menjadi Ruang Kontemplasi Kolaborasi Penjaga Negeri

Pagi itu, Taman Makam Pahlawan Salotungo tidak sekadar menjadi halaman kenangan. Ia menjelma ruang kontemplasi—tempat di mana para penjaga negeri menundukkan kepala, bukan hanya untuk mendoakan para pahlawan, tetapi juga untuk meneguhkan kembali sumpah pengabdian. Di antara derap sepatu dan desir angin yang mengusap dedaunan, Kapolres Soppeng AKBP Aditya Pradana melangkah bersama prajurit TNI, menautkan niat, menyatukan langkah, dan mengikat kembali ikrar kolaborasi demi keselamatan tanah Soppeng.

Sunyi yang Mengajarkan Kesetiaan

Di hadapan pusara-pusara putih yang berbaris rapi, AKBP Aditya Pradana berdiri bukan sebagai pejabat, tetapi sebagai anak bangsa yang memahami satu kebenaran: keamanan daerah bukanlah kerja satu institusi, melainkan amanah kolektif yang dititipkan sejarah kepada TNI dan Polri.

Setiap sapuan sapu dan setiap genggaman cangkul menjadi bahasa diam yang menegaskan satu hal—bahwa stabilitas Soppeng dijaga bukan oleh ego sektoral, melainkan oleh kolaborasi yang lahir dari kesadaran, bukan sekadar perintah.

Kolaborasi yang Lahir dari Nurani

Bagi Kapolres Soppeng, karya bakti ini bukan sekadar agenda seremonial. Ia memaknainya sebagai pengingat bahwa keamanan dan ketertiban masyarakat hanya akan kokoh bila TNI dan Polri berdiri sejajar, saling menopang, dan berbagi tanggung jawab dalam satu tarikan napas pengabdian.

“Kami tidak berdiri sendiri. Kami berdiri bersama. TNI adalah saudara seperjuangan kami di garis depan pengamanan daerah. Jika kami ingin Soppeng tetap aman, maka kebersamaan inilah fondasinya,” tutur AKBP Aditya Pradana dengan nada lirih namun tegas.

Mengikat Masa Lalu, Menjaga Masa Depan

Di bawah naungan pepohonan flamboyan yang bermekaran, Kapolres menegaskan bahwa kolaborasi TNI–Polri adalah jembatan antara pengorbanan masa lalu dan keselamatan masa depan. Para pahlawan telah mengorbankan segalanya agar negeri ini berdiri; kini, generasi penjaga negeri bertugas memastikan negeri itu tetap aman untuk anak cucu.

Di TMP Salotungo, kolaborasi tidak diucapkan dengan jargon, tetapi dihadirkan lewat telapak tangan yang bekerja bersama—sunyi, tulus, dan penuh kesadaran.